Selasa, 06 November 2012

Sintak Pembelajaran Word Square


TUGAS STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
SINTAK MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE
PADA SUB POKOK BAHASAN SISTEM KOLOID DAN SIFAT KOLOID ”



Oleh :

Nama  : Siti Mundi Ronah
NIM    : ACC 110 044





LABORATURIUM PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2012


SINTAK MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE
PADA SUB POKOK BAHASAN SISTEM KOLOID DAN SIFAT KOLOID


Standar Kompetensi : Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan  sehari-hari. 
Kompetensi Dasar : Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
a.       Mendefinisikan pengertian sistem koloid.
b.      Membedakan  larutan, suspensi kasar dan koloid.
c.       Memberi contoh larutan, suspensi kasar dan koloid.
d.      Menuliskan jenis-jenis koloid berdasarkan fase terdispersi  dan fase pendispersi.

Tujuan Pembelajaran :
Adapun tujuan pembelajaran pada sub pokok bahasan ini  agar siswa dapat :
a.       Mendefinisikan pengertian sistem koloid.
b.      Membedakan  larutan, suspensi kasar dan koloid.
c.       Memberi contoh larutan, suspensi kasar dan koloid.
d.      Menuliskan jenis-jenis koloid berdasarkan fase terdispersi  dan fase pendispersi.







Langkah- Langkah Pembelajaran Word Square pada  sub pokok bahasan sistem koloid dan sifat koloid antara lain :
1.      Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai.
Adapun uraian materi yang disampaikan oleh guru kepada siswa  meliputi :
Sistem Koloid
Sistem koloid merupakan campuran yang keadaannya berada diantara  larutan dan campuran kasar (suspensi). Oleh karena itu, system koloid memiliki sifat khas yang berbeda dengan sifat larutan dan suspensi.
Larutan, Suspensi dan Koloid
Campuran dapat dibedakan menjadi larutan sejati, system koloid dan suspensi.
Larutan adalah system satu fase (homogen), bersifat kontinu, tidak dapat disaring, stabil, ukuran partikelnya  kurang dari 1 nm (1 nm = 10-9). Contoh larutan adalah apabila kita mencampurkan gula dengan air, ternyata gula larut dan kita nmemperoleh larutan gula.   yaitu zat pelarut dan zat terlarut. Di dalam larutan, zat terlarut tersebar dalam bentuk partikel yang sangat kecil, sehingga tidak dapat dibedakan lagi dari mediumnya walaupun menggunakan mikroskop ultra. Contoh larutan adalah larutan gula, larutan garam dan sebagainya.
Di lain pihak, jika kita mencampurkan tepung terigu dengan air, ternyata tepung terigu tidak larut. Walaupun campuran ini diaduk, lambat laun tepung terigu akan memisah (mengalami sedimentasi). Campuran seperti ini kita sebut  suspensi.
Suspensi bersifat heterogen dan tidak kontinu, sehingga merupakan sistem dua fasa. Ukuran partikelnya  lebih besar dari 100 nm. Suspensi dapat dipisahkan dengan penyaringan. Contoh suspense adalah campuran antara pasir dengan air, campuran tepung dengan air, dan lain sebagainya.
Selanjutnya, jika kita mencampurkan susu (misalnya, susu instan) dengan air, ternyata susu “larut” tetapi “larutan” itu tidak bening melainkan keruh. Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat disaring (hasil penyaringan tetap keruh). Secara makroskopis campuran ini tampak homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra, ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel susu yang tersebar di dalam air. Campuran seperti inilah yang disebut koloid.
Koloid merupakan system dua fasa yang bersifat heterogen yang keadaannya  berada diantara larutan homogen dan suspense kasar.  Ukuran partikel koloid berkisar antara 1 nm – 100 nm, dapat diamati dengan mikroskop ultra. Contoh koloid antara lain agar-agar, susu, kabut, dan lain sebagainya.
Komponen Penyusun Koloid
Sistem koloid tersusun atas dua komponen, yaitu fasa terdispersi dan medium pendispersi. Fasa terdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus), sedangkan medium pendispersi  bersifat kontinu. Pada campuran susu dengan air yang disebut di atas, fasa terdispersi adalah susu, sedangkan medium pendispersinya  adalah air. Perbedaan sifat antara larutan, koloid, dan suspensi disimpulkan dalam tabel berikut ini.
No.
Larutan
Koloid
Suspensi
1.
Homogen, tak dapat dibedakan walaupun menggunakan mikroskop ultra.
Secara makroskopis bersifat homogen, tetapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra.
Heterogen

2.
Semua partikel berdimensi (panjang, lebar, atau tebal) kurang dari 1 nm.
Partikel berdimensi antara 1 nm sampai 100 nm.

Salah satu atau semua dimensi partikelnya lebih besar dari 100 nm.

3.
Satu fasa
Dua fasa
Dua fasa
4.
Stabil
Pada umumnya stabil
Tidak stabil
5.
Tidak dapat disaring.
Tidak dapat disaring, kecuali dengan penyaringan ultra.

Dapat disaring
6.
Contoh:
larutan gula, larutan garam, spiritus, alkohol 70%, larutan cuka, air laut.
Contoh:
sabun, susu, santan, jeli, selai, mentega, dan mayones.
Contoh:
air sungai yang keruh, campuran air dengan pasir, campuran kopi dengan air, dan campuran minyak dengan air.
Jenis-jenis Koloid
Telah kita ketahui dari uraian diatas bahwa sistem koloid terdiri atas dua fasa, yaitu fasa
terdispersi dan fasa pendispersi (medium dispersi). Baik fase terdispersi maupun medium pendispersi dapat berwujud padat, cair dan gas. Sistem koloid dapat dikelompokkan berdasarkan jenis fasa terdispersi dan fasa pendispersinya.

Koloid yang mengandung fasa terdispersi padat disebut  sol. Ada tiga jenis sol, yaitu sol padat (padat dalam padat), sol cair (padat dalam cair), dan sol gas (padat dalam gas). Istilah sol biasa digunakan untuk menyatakan sol cair, sedangkan sol gas lebih dikenal sebagai  aerosol (aerosol padat).

Koloid yang mengandung fasa terdispersi cair disebut emulsi. Emulsi juga ada tiga jenis, yaitu emulsi padat (cair dalam padat), emulsi cair (cair dalam cair), dan emulsi gas (cair dalam gas). Istilah emulsi biasa digunakan untuk menyatakan emulsi cair, sedangkan emulsi gas juga dikenal dengan nama  aerosol  (aerosol cair).

Koloid yang mengandung fasa terdispersi gas disebut  buih atau busa. Hanya ada dua jenis busa, yaitu busa padat dan busa cair.

Dengan demikian ada 8 jenis koloid, seperti yang tercantum pada tabel dibawah ini :
No.
Fasa Terdispersi
Medium Pendispersi
Nama
Contoh
1.
Padat
Gas
Aerosol
Debu, asap
2.
Padat
Cair
Sol
Tinta, cat, selai
3.
Padat
Padat
Sol padat
Kaca berwarna, intan hitam
4.
Cair
Gas
Aerosol Cair
Kabut, awan
5.
Cair
Cair
Emulsi
Santan, susu, minyak ikan
6.
Cair
Padat
Emulsi padat /gel
Agar-agar, mentega
7.
Gas
Padat
Busa/buih padat
Batu apung
8.
Gas
Cair
Busa
Busa sabun, krim kocok.
A.    Aerosol
Aerosol merupakan system koloid dengan fase terdispersi padat atau cair dan medium pendispersi gas. Jika fase terdispersinya padat disebut aerosol padat, misanya asap (smoke) dan debu diudara. Jika fase terdispersinya cair disebut aerosol cair, misalnya kabut dan awan.
B.     Sol
Sol merupakan system koloid dengan fase terdispersi padat dan medium pendispersi cair. Contoh sol yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari adalah sol sabun, sol detergen, sol kanji, tinta tulis dan cat.
C.     Emulsi
Emulsi merupakan system koloid dengan fase terdispersi cair dengan medium pendispersi cair dua jenis cairan dapat membentuk emulsi jika keduanya tidak salaing campur. Emulsi ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu emulsi minyak dalam air atau tipe O/W (oil in water) dan emulsi air dalam minyak atau tipe W/O (water in oil). Dalam hal ini semua zat yang tidak larut dalam air disebut minyak. Contohnya, adalah air dan susu, santan dan lateks. Contoh emulsi air dalam minyak adalah minyak ikan dan minyak bumi.
Agar dapat membentuk system koloid, dalam dua zat cair yang tidak bercampur ditambahkan suatu pengemulsi (emulgator). Contoh emulgator adalah sabun yang mengemulsi minyak ke dalam air.
D.    Busa
Busa merupakan system koloid dengan fase terdispersi gas dan medium pendispersi padat atau cair. Seperti pada emulsi, buih dapat terbentuk jika ada zat pembuih. Contoh zat pembuih adalah detergen, sabun dan protein.
E.     Gel
Gel merupakan system koloid setengah kaku (diantara cair dan padat). Gel akan terbentuk jika suatu sol yang fase terdispersinya mengabsorpsi medium pendispersinya sehingga terbentuk system koloid yang agak padat. Contoh gel adalah agar-agar, jeli, lem kanji dan silika gel.
2.      Guru memberi kesempatan bertanya kepada siswa, apabila ada materi yang kurang dimengerti.
3.      Guru membagikan lembar kegiatan kepada siswa, lembar kegiatan dijawab secara mandiri.
4.      Siswa menjawab soal dengan cara mengarsir atau memberi garis vertical dan horizontal pada kotak sesuai jawaban.
5.      Guru memberikan poin setiap jawaban dalam kotak yang telah dibuat.
Jawaban benar poin 5
Jawaban Salah atau tidak menjawab poin 0




Soal
1.      …….adalah system satu fase (homogen), bersifat kontinu, tidak dapat disaring, stabil, ukuran partikelnya  kurang dari 1 nm (1 nm = 10-9).

2.      Jika kita mencampurkan tepung terigu dengan air, ternyata tepung terigu tidak larut. Walaupun campuran ini diaduk, lambat laun tepung terigu akan memisah. Campuran seperti ini kita sebut  sebagai………

3.      …….adalah system yang terdiri dari 2 fase, yang sifatnya berada diantara larutan dan suspensi.

4.      Larutan merupakan system 1 fase yang homogen. Larutan ini biasanya terasa asin yang ditanbahkan pada masakan disebut …..

5.      Contoh dari suspense adalah……

6.      Alat yang digunakan untuk mengamati partikel-partikel pada system koloid diebut……

7.      Sistem koloid terdiri atas dua fasa, yaitu fasa …….. dan fasa pendispersi 

8.      System yang terdiri dari 2 fasa juga disebut sebagai sistem …..

9.      System koloid yang medium pendispersinya cair dan fase terdispersinya cair adalah ……

10.  Contoh koloid padat dalam gas adalah…

11.  ……….merupakan system koloid dengan fase terdispersi padat dan medium pendispersi gas.

12.  Batu permata dan kaca berwarna merupakan contoh dari koloid yang jenisnya …..

13.  Contoh koloid jenis emulsi cair adalah……

14.  System koloid setengah kaku (diantara cair dan padat) disebut….. …Terbentuk jika suatu sol yang fase terdispersinya mengabsorpsi medium pendispersinya sehingga terbentuk system koloid yang agak padat.

15.  ……merupakan system koloid dengan fase terdispersi gas dan medium pendispersi  cair.

16.  Agar dapat membentuk system koloid, dalam dua zat cair yang tidak bercampur ditambahkan suatu pengemulsi. Istilah pengemulsi juga dikenal dengan nama….
17.  System koloid dengan fase terdispersi padat dan medium pendispersi cair disebut……

18.  …..merupakan system koloid dengan fase terdispersi cair medium pendispersi gas.

19.  Contoh dari jenis koloid aerosol adalah….

20.  Emulsi cair dibedakan menjadi dua jenis, yaitu emulsi minyak dalam air atau tipe O/W dan emulsi air dalam minyak atau tipe W/O. apa yang singkatan dari W/O….





KOTAK JAWABAN
B
E
M
U
L
S
I
P
A
D
A
T
J
L
U
F
A
L
E
M
K
A
G
E
L
A
J
K
S
F
I
K
K
H
K
U
G
N
A
E
P
A
A
E
R
O
S
O
L
C
A
I
R
R
P
J
K
L
K
L
O
L
A
E
H
S
U
O
E
N
A
S
O
O
L
I
R
M
E
N
T
S
N
K
C
A
P
I
P
O
U
U
T
E
A
O
G
M
A
K
I
D
A
N
T
L
E
P
N
L
E
K
I
A
I
B
D
I
A
G
R
S
G
P
M
N
H
B
N
T
A
R
N
A
O
U
A
A
U
H
S
U
S
U
T
E
D
T
G
S
R
D
L
B
U
T
N
G
U
T
E
O
E
O
A
A
S
S
L

M
I
N
A
B
R
N
L
M
T
I
A
E
M
U
L
S
W
U
K
A
C
A
S
D
S
T
E
R
D
I
S
P
E
R
S
I
G
A
P
M
I
K
R
O
S
K
O
P
U
L
T
R
A













Kunci Jawaban Soal
1.      Larutan

2.      Suspensi

3.      Koloid

4.      Larutan Garam

5.      Air kopi

6.      Mikroskop ultra

7.      Terdispersi

8.      Heterogen
                                                                                                               
9.      Emulsi

10.  Debu

11.  Aerosol padat

12.  Sol padat

13.  Susu

14.  Gel

15.  Busa

16.  Emulgator

17.  Emulsi padat

18.  Aerosol cair

19.  Kabut

20.  Water in oil


KOTAK KUNCI JAWABAN

B
E
M
U
L
S
I
P
A
D
A
T
J
L
U
F
A
L
E
M
K
A
G
E
L
A
J
K
S
F
I
K
K
H
K
U
G
N
A
E
P
A
A
E
R
O
S
O
L
C
A
I
R
R
P
J
K
L
K
L
O
L
A
E
H
S
U
O
E
N
A
S
O
O
L
I
R
M
E
N
T
S
N
K
C
A
P
I
P
O
U
U
T
E
A
O
G
M
A
K
I
D
A
N
T
L
E
P
N
L
E
K
I
A
I
B
D
I
A
G
R
S
G
P
M
N
H
B
N
T
A
R
N
A
O
U
A
A
U
H
S
U
S
U
T
E
D
T
G
S
R
D
L
B
U
T
N
G
U
T
E
O
E
O
A
A
S
S
L

M
I
N
A
B
R
N
L
M
T
I
A
E
M
U
L
S
W
U
K
A
C
A
S
D
S
T
E
R
D
I
S
P
E
R
S
I
G
A
P
M
I
K
R
O
S
K
O
P
U
L
T
R
A

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Larutan Elektrolit