Sabtu, 10 November 2012

RPP Hukum Proust


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER

Satuan Pendidikan                : SMA
Mata Pelajaran                      : Kimia
Kelas / Semester                     : X / 1 (Satu)
Pokok Bahasan                      : Hukum Dasar Kimia
Sub Pokok Bahasan              : Hukum Proust
(Hukum Perbandingan tetap)
Alokasi Waktu                       : 45 menit



 
I.              Standar Kompetensi
Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitumgan kimia (stoikiometri).

II.           Kompetensi Dasar
Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan dan menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.

III.        Indikator
A.    Kognitif
A.1 Produk
·         Mendeskripsikan hukum Proust melalui data percobaan.
·         Menentukan berlakunya Hukum Proust melalui data massa atom relatif unsur (Ar)
A.2 Proses
·         Mengamati data hasil percobaan dan melakukan analisis data untuk merumuskan kesimpulan tentang berlakunya Hukum Proust.
·         Menghitung massa unsur dalam suatu senyawa.
·         Menghitung kadar unsur  dalam suatu senyawa.
B.     Afektif
B.1 Karakter
·           Cermat
·           Jujur
·           Teliti
B.2 Ketrampilan Sosial
·         Bertanya  
·         Menjawab pertanyaan
·         Mengemukakan pendapat
·         Menjadi pengamat yang baik
·         Menjadi pendengar yang baik

IV.             Tujuan Pembelajaran
A.    Kognitif
A.1 Produk
·         Secara mandiri siswa dapat mendeskripsikan Hukum Proust melalui data percobaan. Serta dapat mendeskripsikan Hukum Proust melalui massa atom relative (Ar)
A.2 Proses
·         Menyediakan  data hasil percobaan untuk membuktikan Hukum Proust dan siswa  melakukan analisis data dan merumuskan kesimpulan.
·         Siswa dapat menghitung massa unsur dalam suatu senyawa.
·         Siswa dapat menghitung kadar unsur  dalam suatu senyawa.
B.     Afektif
B.1 Karakter
·         Terlibat dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, siswa menunjukkan karakter yang cermat, jujur, teliti  dalam mengamati data hasil percobaan yang disediakan.

B.2 Ketrampilan Sosial
·         Terlibat dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, siswa diharapkan mampu menunjukkan perilaku ketrampilan sosial dengan bertanya,  menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, menjadi pengamat yang baik dan menjadi pendengar yang baik.
V.                Uraian Materi
Hukum Perbandingan Tetap
Joseph Louis Proust (1754 – 1826) adalah ilmuwan yang pertama menemukan fakta tentang perbandingan massa dari unsur-unsur dalam senyawa dengan melakukan percobaan-percobaan yang kemudian dikenal sebagai Hukum Perbandingan Tetap. Hukum Proust menyatakan bahwa perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap. Senyawa yang sama meskipun berasal dari daerah berbeda atau dibuat dengan cara yang berbeda ternyata mempunyai komposisi yang sama.
Perhatikan data dibawah ini
Massa H yang direaksikan
Massa O yang direaksikan
Massa H2O terbentuk
Sisa H atau O
1
8
9
-
2
8
9
1 gram H
1
9
9
1 gram O
2
16
18
-           
Sebagaimana ditunjukkan dalam perhitungan di atas, bahwa perbandingan massa gas Hidrogen terhadap gas Oksigen ternyata selalu tetap, yaitu 1 : 8, ini merupakan  bukti bahwa berapa banyak massa hidrongen dan massa oksigen yang direaksikan pasti akan menghasilkan perbandingan 1 : 8.


Perbandingan massa unsure dalam senyawa juga dapat ditentukan dari massa atom relative unsure tersebut. Contohnya pada perbandingan massa atom  H dan massa atom O dalam senyawa H2O.
Massa H    : massa O
(2 x Ar H)             : (1 x Ar O)
(2 x 1)        : (1 x 16)
2                :   16
1                :     8 
Jadi, perbandingan massa H dan massa O dalam H2O adalah 1:8.
Menghitung Massa Unsur Dalam Suatu Senyawa
Melalui hukum perbandingan tetap, kita dapat menghitung massa suatu unsure dalam senyawanya, misalnya kita ingin menghitung massa unsur O dalam senyawa H2O. Perhatikan contoh soal  dibawah ini :

Air terbentuk dari unsur hidrogen dan oksigen dengan perbandingan massa 1:8. Apabila  diketahui massa air yang terbentuk adalah 36 gram, tentukan massa gas hydrogen dan massa gas oksigen yang bereaksi.
Jawab :
Massa H2 + massa  ½ O2 → massa H2O
        1                   8                      9
        ? g                ? g                  36 g
 Massa air  = 36 gram
 Massa  H2 = 8/9 x 36 gram = 32 gram
Massa ½ O2 = 1/9 x 36 gram = 4 gram
Jadi, massa H2 yang bereaksi ialah 4 gram dan massa ½ O2 yang bereaksi adalah 32 gram.
Menghitung kadar unsure dalam senyawa
Dengan hukum perbandingan tetap, kita dapat menghitung kadar unsure dalam senyawa, perhatikan contoh soal dibawah ini:
Berapa  kadar masing-masing unsure Cu dan S dalam CuS jika diketahui perbandingan massa Cu : S adalah 2 :1.

Langkah Penyelesaian :
Perbandingan  massa Cu perbandingan massa S = 2 : 1
Total jumlah perbandingan = 2  +  1= 3
Kadar Cu  dlm CuS    =  2 / total jumlah perbandingan x 100 %
                                    = 2/ 3 x 100 %
                                    = 66,66 %

Kadar S dalam CuS    = 1/ total jumlah perbandingan x 100 %
                                    = 1/ 3 x 100 %
                                    = 33, 33 %
VI.             Metode Pembelajaran
Metode      : Ceramah, Diskusi, Penugasan.   
Model        : Penemuan Konsep

VII.          Langkah-Langkah Pembelajaran

Fase
Kegiatan
Waktu
I
A.    Pembukaan
o    Guru mengucap salam
o    Guru meminta siswa memimpin do’a.
o    Guru menanyakan siapa siswa yang tidak hadir.
o    Guru memberikan motivasi pada siswa seperti member contoh mengenai Hukum Proust dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya guru menanyakan apakah air  yang kita ketahui selama ini dapat terbentuk begitu saja tanpa perbandingan massa tertentu ?
o    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa.


10 menit
II
B.     Kegiatan Inti
Eksplorasi
o    Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, 1 kelompok terdiri dari 3-4 orang.
o    Guru membagikan LKS dan Hand Out untuk tiap kelompok. Tiap kelompok memperoleh LKS berbeda antara yang satu dengan yang lain.
o    Guru meminta siswa untuk memperhatikan penyajian data hasil percobaan yang ada di Hand Out.
o    Siswa dibimbing merumuskan konsep tentang hukum Proust dengan menganalisis data.
o    Siswa menyimpulkan hukum Proust berdasarkan  hasil analisis data.
Elaborasi
o   Guru meminta siswa mengerjakan LKS yang telah dibagikan secara berkelompok. Guru membimbing siswa dalam setiap kelompok melakukan analisis dengan mengacu pada LKS.
o   Salah satu anggota kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka kedepan, siswa yang lain menjadi pendengar serta menanggapi.
Konfirmasi
o   Peserta didik dibimbing berkomunikasi untuk menyampaikan pendapat dalam menarik kesimpulan.
o    Siswa dan guru bersama-sama  menyimpulkan hasil keseluruhan analisis.
30  menit
III
C.    Penutup
o    Guru memberikan kesempatan bertanya pada siswa yang belum mengerti.
o    Guru dan siswa menyimpulkan materi hari ini.
o    Guru memberikan tugas rumah pada siswa.
o    Guru menyampaikan materi minggu depan yaitu hukum perbandingan berganda atau hukum Dalton, siswa diminta untuk mencari bahan belajar.
o    Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin berdoa sebelum pulang.
o    Guru memberi salam penutup.
5 menit

VIII.       Media Pembelajaran Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
·           Buku Kimia

Budi Utami dkk, Kimia Untuk SMA / MA Kelas X, halaman 91-95.
Jaka Wismono, Kimia Dan Kecakapan Hidup Pelajaran Kimia Untuk    Sma  / Ma Kelas X, halaman 59-62.

·           Carta
·           Papan Tulis
·           Spidol
·           Penghapus
·           LKS
·           Lembar Evaluasi

IX.             Penilaian Hasil Belajar
Teknik                 : member latihan soal, penilaian sikap waktu kegiatan KBM, keaktifan siswa waktu mengikuti KBM.
Bentuk                 : pemberian soal, penugasan dari guru untuk uji pemahaman siswa.
Instrumen            : LKS  (Lembar Kerja Siswa)

























LKS Kelompok I
            Joseph Louis Proust (1754-1826) seorang ahli kimia dari Prancis. Pada tahun 1799 menyelidiki perbandingan massa unsur-unsur penyusun senyawa.
Indikator :
·         Mengamati data hasil percobaan dan melakukan analisis data untuk merumuskan kesimpulan tentang berlakunya Hukum Proust.
·         Mendeskripsikan hukum Proust melalui data percobaan.
Pertanyaan
1.      Pada percobaan pembentukan senyawa tembaga (II) sulfida, tembaga dicampur dengan belerang, kemudian dipanaskan. Dari hasil pengamatan diperoleh data sebagai berikut
Percobaan ke-
Mapssa Tembaga (gram)
Massa Belerang (gram)
Perbandingan massa tembaga belerang
1
1,0
0,5
  2 : 1
2
2,0
1,0
 
3
3,0
1,5
 
4
4,0
2,0
 
5
5,0
2,5
 
Kesimpulan apa yang kalian dapatkan?
...................................................................................................................
...................................................................................................................
...................................................................................................................


LKS Kelompok II
Indikator  :
·         Menentukan berlakunya Hukum Proust melalui data massa atom relatif unsur (Ar).
·         Menentukan kadar unsur dalam senyawa.

Berapa perbandingan massa Cu (tembaga) dan massa S (belerang) dalam senyawa CuS (Tembaga (II) Sulfida), setelah itu cari kadar masing-masing unsure.  Jika diketahui Ar (massa atom relative)  Cu = 63,55 dan Ar S = 32.
Langkah Penyelesaian :
Massa Cu        :           Massa S
(1 x Ar Cu)      :           (1x Ar S)
( 1 x6 3,55)      :           (….x……)
      63,55         :           ……………
        2              :             …………
Jadi, perbandingan massa Cu dan massa S dalam CuS adalah 2 :….

Total jumlah perbandingan = 2 +…..=…..
Kadar Cu        =  2 / total jumlah perbandingan x 100 %
                        = 2/….x 100 %
                        = …….%

Kadar S           = 1/ total jumlah perbandingan x 100 %
                        = 1/….. x 100 %
                        = ……….%
                                                                            
Jadi, perbandingan massa Cu : massa S adalah  2 :….
Kadar Cu adalah…. % dan kadar S adalah …..%


LKS Kelompok III
Indikator :
·         Menghitung massa unsur dalam suatu senyawa
1.      Jika perbandingan massa C dan massa O yang bereaksi adalah 3 : 8 dan massa CO2 yang terbentuk adalah 55 gram, berapa massa C dan O­ yang bereaksi.
Diketahui : massa CO2 = 55 gram
                   Perbandingan massa C : massa O adalah 3 : 8
Ditanyakan : massa C dan massa O dalam senyawa CO2……?
Langkah Penyelesaian :
Perbandingan massa C : massa O  = 3 : 8
Jumlah total perbandingan = 3 + 8 =……
Massa C / massa CO2         =  3/ jumlah total perbandingan
Massa C                              = 3/ jumlah total perbandingan  x massa CO2
                                                =……….gram

Massa O / massa CO2              =
Massa O                                  =  x massa CO2
Massa O                                  =…………gram

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Larutan Elektrolit