Rabu, 19 September 2012

Asam Amino


Asam Amino
Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksilat (COOH) dan amina (NH2) yang terikat pada satu atom karbon (Cɲ) yang sama, atom ini juga umumnya merupakan C asimetris. Secara rinci struktur asam amino dibangun oleh sebuah atom C yang mengikat empat gugus yaitu; gugus amina (NH2), gugus karboksilat (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa R.
Contoh asam amino yang sederhana adalah glisin. 
Gugus karboksilat menyebabkan asam amino bersifat asam gugus amina bersifat basa. Dalam larutan, asam amino bersifat amfoterm, sebagai asam pada media basa dan menjadi basa pada suasana asam. Hal ini dikarenakan protonasi, gugus amina menjadi –[NH3+] dan gugus karboksilat menjadi ion –[COO-], sehingga asam amino memiliki dua muatan dan disebut dengan zwitter-ion.
Keberadaan C asimetrik menjadi pusat kiral dan molekul asam amino memiliki isomer optik yang umumnya diberi notasi dextro (D) dan levo (L) struktur kedua isomer dapat ditunjukan oleh alanin.

Sifat-sifat asam amino :
·         Bersifat amfoterm karena punya gugus asam (-COOH) dan basa (-NH2).
·         Dapat membentuk ion zwitter , yaitu ion yang bermuatan ganda (+) dan (-)
    Bersifat optis aktif kecuali glisin.
·      Larut baik dalam air
·      Tidak mudah menguap.
Penggolongan Asam amino didasari pada sifat dan struktur gugus sisa (R), seperti gugus R yang bersifat asam, basa, gugus R yang mengandung belerang atau hidroksil, R sebagai senyawa aromatik, alifatik dan yang siklik. Namun penggolongan yang umum dipergunakan adalah sifat polaritas dari gugus R. 
1.   Asam amino dengan R yang bersifat non polar. Gugus R dalam golongan asam amino merupakan senyawa hidrokarbon, dengan karakteristik hidrofobik. Golongan ini terdiri dari lima senyawa asam amino yang memilliki gugus R alifatik yaitu alanin, valin, leusin, isoleusin dan prolin, sedangkan gugus R yang mempunyai struktur aromatik meliputi fenil alanin dan triptopan, serta satu molekul yang mengandung belerang yaitu methionin.
2.      Asam amino dengan R polar tapi tidak bermuatan, asam amino ini bersifat polar, dan hidrofilik atau lebih mudah larut dalam air dibandingkan dengan asam amino jenis pertama. Golongan ini memiliki gugus fungsional yang membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. Beberapa asam amino yang masuk dalam golongan ini adalah; glisin, serin, treonin, sistein, tirosin, asparagin dan glutamin.

3.       Asam amino dengan gugus R yang bermuatan negatif, kelompok ini hanya terdiri dari dua asam amino yang memiliki gugus bermuatan total negatif, yaitu asam aspartat dan asam glutamat. Kedua molekul ini memiliki gugus tambahan yang bermuatan negatif yaitu gugus karboksilat.:


4.      Asam amino dengan gugus R bermuatan positif. Lisin merupakan asam amino yang masuk dalam golongan ini, akan memiliki muatan total positif pada pH 14. Sedangkan arginin mengandung gugus guanidine yang bermuatan positif dan histidin mengandung gugus imidazol yang sedikit mengion.

 
Jenis-jenis asam amino terbagi menjadi 2 yaitu asam amino essensial dan asam amino non essensial. 
1.      Asam amino essensial adalah asam amino yang tidak dapat dibentuk atau disintesis oleh tubuh. Jenis-jenis dari asam amino ini antara lain: Histidin, Arginin, Valin, Lisin, Isoleusin, Treonin, Triptofan, Leusin, Fenil alanin, Metionin. 

2.      Asam amino non essensial adalah asam amino yang dapat dibentuk atau disintesis oleh tubuh. Jenis-jenis asam amino ini antara lain: Glisin, Alanin, Serin, Sistin, Prolin, Asam aspartat, Asam glutamate, Glutamin, Asparagin, Hidroksiprolin.

1 komentar:

Larutan Elektrolit