Minggu, 13 Mei 2012

Hukum Kekelan massa (Pembakaran Lilin)



Pembakaran Lilin
 
      Pendahuluan

1.      Definisi lilin – wax

Lilin adalah sebuah penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan padat. Lilin yang biasanya sering kita gunakan yaitu lilin yang terbuat dari paraffin (paraffin wax). Paraffin adalah campuran dari alkana (ikatan rantai molekul atom karbon dan hydrogen yang panjang), yang terdapat didalam minyak bumi. Paraffin akan meleleh pada suhu 50- 60◦C. paraffin tidak dapat dinyalakan begitu saja dengan korek api. Untuk dapat membakar paraffin membutuhkan temperature tertentu dan sumbu.

2.      Peristiwa ketika lilin dibakar

Definisi Pembakaran Lilin

Pembakaran adalah sebuah reaksi yang melepaskan energi panas. Begitu dimulai, reaksi tersebut melepaskan panas lebih dari cukup untuk melelehkan lilin lebih banyak sehingga preoses pembakaran terus terjadi. Pada peristiwa pembakaran lilin terjadi perubahan fisika dan perubahan kimia.

Begitu sumbu lilin dibakar, maka sumbunya akan menyala dan paraffin wax akan mencair atau meleleh. Dengan efek kapilaritas cairan wax akan ditransportasi naik keatas melalui sumbu kenyala api. Panas api menyebabkan cairan wax menguap dan selanjutnya akan bercampur dengan oksigen diudara sehingga terjadilah proses pembakaran. Dalam proses pembakaran tersebut akan dihasilkan gas hasil pembakaran yang panas (CO2 dan H2O).

Perubahan Fisika

Suatu zat dapat di identifikasi menurut sifat-sifatnya. Sifat-sifat seperti warna, titik leleh, dan titik didih termasuk kedalam sifat fisisnya. Sifat fisis adalah sifat yang dapat diukur dan diteliti tanpa mengubah komposisi atau susunan dari zat tersebut. Perubahan fisika adalah perubahan yang merubah suatu zat dalam hal bentuk, wujud atau ukuran, tetapi tidak merubah zat tersebut menjadi zat baru.
Perubahan wujud setiap materi yang berubah wujud karena pengaruh pemanasan akan mempunyai sifat yang sama.Materi tersebut juga dapat dikembalikan ke sifatnya semula. Perubahan fisika karena perubahan wujud adalah pelelehan, peleburan, pencairan, penguapan, pengembunan, pembekuan, penyubliman, dan terdeposisi.           

Perubahan Kimia

Sifat yang mengubah sifat kimia suatu materi. Menerangkan bagaimana suatu materi bereaksi dengan materi yang lain membentuk suatu materi baru. Perubahan materi secara kimia adalah perubahan dari suatu zat atau materi yang menyebabkan terbantuknya zat baru. Perubahan kimia merupakan perubahan yang menghasilkan zat baru, bersifat kekal, dan zat sebelum bereaksi berbeda dengan zat sesudah bereaksi.
Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia :
  • Perubahan warna
  • Perubahan bau
  • Pembentukan gas
  • Timbulnya cahaya
  • Pembentukan endapan baru
  • Perubahan pH.
3.      Hukum Kekekalan Massa

Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut(dalam system tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (tetap/konstan) ).
Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) seorang ahli kimia bangsa Perancis telah menyelidiki hubungan massa zat sebelum dan sesudah reaksi. Lavoisier menimbang zat sebelum bereaksi kemudian menimbang hasil reaksinya. Ternyata massa zat sebelum dan sesudah bereaksi selalu sama.
Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.

4.      Tujuan percobaan

·         Untuk membuktikan hukum kekekalan massa pada reaksi kimia.
·         Untuk mengamati perubahan – perubahan yang terjadi pada lilin sebelum, saat dan setelah lilin dibakar.

B.     Prosedur Percobaan

1.      Alat dan Bahan
·         Alat

No
Nama alat
Jumlah alat
1.
Piring
1 buah
2.
Penggaris  (30 cm)
1 buah
3.
Korek api
1 buah
4.
Neraca  
1 buah

·         Bahan

No
Nama bahan
Jumlah bahan
1.
Lilin  (19 cm)
1 buah

2.      Prosedur percobaan

a)      Disediakan semua alat dan bahan yang diperlukan.

b)      Amati bentuk lilin sebelum dibakar, dicatat warnanya, diukur panjangnya dan diameter, ditimbang massanya  dan catat bentuk lilin.

c)        Sumbu lilin dibakar dengan menggunakan korek api. Mengamati perubahan – perubahan yang terjadi saat lilin dibakar, catat perubahannya setiap 5 menit, mulai dari 5 menit pertama sampai 5 menit kedelapan. Catat hasil pengamatan.

d)     Setelah itu  matikan api yang ada pada sumbu lilin. Kemudian amati lagi apakah yang terjadi setelah api pada sumbu lilin tadi dimatikan.

 .     Hasil Pengamatan

Fase
Kualitas / indera
Kuantitatif  / alat ukur




Sebelum lilin dibakar
·         Warna lilin merah / mata.
·         Warna sumbu atas lilin putih / mata.
·         Bentuk lilin silinder/ mata.
·         Diameter atas lilin berbentuk kerucut/mata.
·         Panjang lilin 19 cm/ penggaris.
·         Panjang sumbu atas lilin 2,5 cm/ penggaris.
·         Diameter dalam lilin 1,5 cm/ penggaris
·         Massa lilin 50 gram/ timbangan

Menit
Fase
Kualitas / indera
Kuantitatif / alat ukur
1-5



Saat lilin dibakar
·         Warna lilin tetap merah / mata.
·         Sumbu atas lilin berwarna hitam/ mata.
·         Adanya lelehan yang berwarna merah/ mata.
·         Adanya api yang berwarna kuning/ mata.
Panjang lilin 17 cm/ penggaris.
6 -10
Panjang lilin 16 cm/ penggaris
11- 15
Panjang lilin 15 cm/ penggaris
16- 20
Panjang lilin 14 cm/ penggaris
21-25
Panjang lilin 13 cm/ penggaris
26-30
Panjanglilin 12 cm/ penggaris
31-35
Panjang lilin 11 cm/ penggaris
36- 40
Panjang lilin 10 cm/ penggaris

Fase
Kualitas / indera
Kuantitatif  / alat ukur






Setelah lilin dibakar

·         Warna lilin tetap merah/ mata.
·         Sumbu atas lilin berwarna hitam/ mata.
·         Adanya asap yang berwarna putih/ mata.
·         Adanya bau pembakaran/ hidung.
·         Diameter atas lilin menjadi tidak beraturan/ mata.
·         Adanya kepingan- kepingan didasar lilin dengan bentuk yang tidak beraturan/ mata.
·         Panjang lilin 10 cm/ penggaris
·         Massa lilin 35 gram / timbangan

.     Pembahasan

Pada percobaan pembakaran lilin ini, massa lilin sebelum dibakar adalah 50 gram. Sedangkan  setelah dibakar massa lilin berkurang menjadi 35 gram. Terjadi penyusutan massa sebesar 15 gram saat lilin dibakar. Penyusutan terjadi pada saat proses pembakaran, lilin yang mula- mula utuh setelah terkena nyala api akan meleleh dan  menghasilkan asap yang berupa CO2 dan H2O. Setiap 5 menit pembakaran, panjang lilin berkurang 1 cm. Oleh karena proses pembakaran  menghasilkan asap yg berupa CO2 dan H2O maka terjadilah  penyusutan massa pada lilin.
Lilin atau paraffin –wax  merupakan salah satu dari alkana (hidrokarbon) yang wujudnya padat, rumus molekulnya C20H42.
Pembakaran paraffin wax :
C20H42 +   O2 →20 CO2 +21  H2O
Pada peristiwa pembakaran lilin ini, berlakunya hukum kekekalan massa pada reaksi kimia. Hukum kekekalan massa menyatakan bahwa jumlah massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
 Massa lilin + massa oksigen = massa  uap air + massa karbondioksida + massa  lelehan lilin
(massa sebelum)                                              (massa setelah)
Terjadinya perubahan fisika dan kimia pada proses pembakaran lilin. Perubahan fisika terjadi pada wujud lilin yang awalnya  silinder menjadi tidak beraturan. Perubahan kimia terjadi ketika sumbu lilin yang awalnya putih berubah menjadi warna hitam setelah terkena nyala api , selain itu juga adanya asap yang berwarna putih, adanya bau pembakaran dan  suhu disekitar lilin menjadi panas.

       Kesimpulan
 1.   Berlakunya hukum kekekalan massa pada reaksi kimia, ketika melakukan percobaan pembakaran lilin ini.

2. Adanya perubahan – perubahan yang terjadi sebelum lilin dibakar, saat lilin dibakar dan setelah lilin dibakar. Perubahannya meliputi perubahann fisika dan perubahan kimia

 3.Perubahan fisika adalah perubahan yang terjadi pada suatu benda yang dapat dilihat dari bentuk atau fisiknya. Pada  percobaan ini perubahan fisiknya adalah terjadinya perubahan wujud lilin dari bentuk silinder menjadi bentuk kepingan yang tidak beraturan. 

4. Perubahan kimia adalah perubahan suatu zat yang dapat menghasilkan sesuatu yang baru, bisa ditandai dengan munculnya gas, panas, terjadinya perubahan warna dan menghasilkan bau. Contoh perubahan kimia pada percobaan ini adalah sumbu lilin yang awalnya berwarna putih menjadi warna hitam dikarenakan proses pembakaran. Selain itu ada nya asap yang berwarna putih setelah lilin dibakar, adanya bau dari hasil pembakaran, dan suhu di sekitar lilin menjadi panas pada saat dilakukan  pembakaran.





Daftar pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_kekekalan_massa


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Larutan Elektrolit