Minggu, 27 April 2014

ANALISA KUALITATIF DAN KUANTITATIF MERKURI PADA KRIM PEMUTIH WAJAH

THE QUALITATIVE AND QUANTITATIVE ANALYSIS MERCURY IN FACE WHITENING CREAM

Siti Mundi Ronah
Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Palangka Raya


ABSTRAK

Merkuri sering digunakan dalam kosmetik sebagai pemutih wajah. Krim pemutih wajah yang mengandung merkuri dapat mencerahkan wajah dalam waktu singkat, karena merkuri menghambat pembentukan melanin pada kulit. Hal yang perlu diketahui,  penggunaan merkuri pada krim pemutih wajah telah dilarang karena dapat memberikan efek bahaya bagi  kesehatan seperti menyebabkan kanker dan gagal ginjal.  Di Palangka Raya banyak beredar berbagai jenis krim pemutih wajah dengan berbagai macam merk. Pada penelitian ini diambil 3 sampel  krim pemutih wajah untuk dilakukan uji merkuri. Pengujian  dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif.
Langkah awal untuk uji merkuri secara kualitatif yaitu sampel ditimbang sebanyak 2 gram kemudian dilarutkan kedalam 25 mL air dan  5 HNO3 pekat, lalu sampel direfluks agar dapat menganalisa mineral yang diinginkan. Setelah direfluks, larutan sampel didinginkan dan dilakukan filtrasi untuk memperoleh filtrat yang nantinya akan diujikan apakah mengandung merkuri atau tidak. 2 mL filtrat ditambahkan dengan 5 tetes KI dan dipanaskan. Larutan yang telah dipanaskan akan berwarna merah dan membentuk endapan merah HgI2 (merkuri (II) iodida) jika sampel positif mengandung merkuri. Uji kuantitatif kandungan merkuri pada sampel dengan alat mercury analyzer.
Pada 3 sampel yang telah diuji merkuri secara kualitatif, diperoleh hasil 2 sampel  mengandung merkuri dan 1 sampel tidak mengandung merkuri. Sampel yang mengandung merkuri adalah sampel A dan sampel C, sedangkan sampel yang tidak mengandung merkuri adalah sampel B. Sampel A dan sampel C diteliti lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi merkurinya. Dilakukan pengukuran konsentrasi merkuri dengan alat mercury analyzer, hasilnya adalah pada sampel A kandungan merkurinya sebanyak 0,004 ppm dan sampel C kandungan merkurinya sebanyak 0,017 ppm. BPOM telah mengeluarkan peraturan tentang larangan penggunaan merkuri pada kosmetik pemutih kulit, jadi sampel krim pemutih wajah A dan C tidak aman digunakan karena mengandung merkuri.

Kata kunci: Krim pemutih wajah, melanin, merkuri
  
PENDAHULUAN
Krim pemutih  merupakan campuran bahan kimia dan lainnya dengan khasiat bisa memucatkan noda hitam (coklat) pada kulit. Tujuan penggunaanya dalam jangka waktu yang lama agar dapat menghilangkan  atau mengurangi hiperpigmentasi pada kulit, tetapi penggunaan yang terus menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen (Anonim, 2012b).
Raksa (nama lama: air raksa) atau merkuri atau hydrargyrum (bahasa Latin: Hydrargyrum, air/cairan perak) adalah unsur kimia pada tabel periodik dengan simbol Hg, nomor atom 80 berat dan molekul 200,59. Unsur golongan logam transisi ini berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar, mudah menguap serta beracun (Wikipedia, 2013). Merkuri dialam ditemukan dalam tiga bentuk yaitu Hg, Hg22+, Hg2+. Keracunan kronis oleh merkuri dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman, dan pernapasan. Akumulasi Hg dalam tubuh dapat menyebabkan tremor, parkinson, gangguan lensa mata berwarna abu-abu, serta anemia ringan, dilanjutkan dengan gangguan susunan syaraf yang sangat peka terhadap merkuri dengan gejala pertama adalah parestesia, ataksia, disartria, ketulian, dan akhirnya kematian (Wikipedia, Toksisitas logam).
  Penambahan merkuri dalam krim pemutih wajah dilakukan karena merkuri dapat menghambat pembentukan melanin pada kulit. Melanin adalah zat protein yang berperan menentukan warna kulit seseorang. Warna kulit yang lebih gelap mempunyai melanin yang lebih banyak pada lapisan epidermis dibandingkan kulit yang berwarna terang. Karena terhambatnya pembentukan melanin oleh merkuri, maka akibatnya kulit menjadi menjadi berwarna terang. Dalam keadaan normal, melanin dihasilkan secara teratur oleh sel melanosit. Melanin selain memberi warna pada kulit  juga berfungsi melindungi kulit dari terpaan sinar matahari yang dapat merusak struktur kulit, melanin sangat berguna melindungi kulit dari sinar UV (Anonim, 2011).
Dalam penggunaan krim pemutih hampir semuanya bekerja menghambat enzim tirosinase. Namun merkuri tidak hanya menghambat, melainkan juga merusak sel kulit sehingga tidak ada nutrisi dan regenerasi yang dilakukan merkuri, itulah yang menyebakan wajah menjadi lebih putih dalam hitungan hari. Dan karena sifatnya yang beracun maka penggunaan merkuri perlahan merusak dermis dan epidermis serta seluruh enzim yang bekerja menopang kerja kulit (Anonim, 2012a).
Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna kulit yang pada akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit. Pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat karsinogenik (penyebab kanker) pada manusia (BPOM, 2006).
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor : HK.00.05.42.1018 tahun 2008 tentang bahan kosmetik  dan nomor HK.03.1.23.08.11.07517 tahun 2011 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika, melarang penggunaan merkuri pada kosmetik (BPOM, 2008: 2011).
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi merkuri pada krim pemutih wajah ialah dengan melakukan analisa kualitatif dan analisa kuantitatif. Analisa kualitatif bertujuan untuk mengetahui keberadaan suatu unsur atau senyawa kimia, baik organik maupun anorganik. Dalam analisa kualitatif, meneliti secara visual atau penilaian terhadap sifat yang lebih jelas seperti warna ataupun bentuk larutan sudah cukup, namun supaya dapat dipertanggung jawabkan sebaiknya digunakan proses reaksi kimia (Abudarin, 2002). Analisa kuantitatif berkaitan dengan penetapan beberapa banyak suatu zat tertentu yang terkandung dalam suatu sampel. Zat yang ditetapkan tersebut, yang sering kali dinyatakan sebagai analit, menyusun sebagian kecil atau sebagian besar sampel yang di analisis (Underwood, 2002).
Analisa kualitatif merkuri menggunakan pereaksi KI yang akan memberikan endapan merah HgI2 jika sampel mengandung merkuri dan analisa kuantitatif merkuri menggunakan mercury analyzer untuk mengetahui konsentrasi merkuri dalam sampel.
Sampel krim pemutih wajah yaitu 3 jenis krim pemutih yang beredar di Palangka Raya. 3 jenis sampel krim pemutih wajah yang dipilih merupakan krim pemutih yang paling banyak diminati dan digunakan oleh para remaja hingga orang dewasa di Palangka Raya.

METODE PENELITIAN
 Alat dan Bahan Penelitian
 Alat Penelitian
Adapun  peralatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: kaca arloji, neraca analitik, gelas kimia 25 ml, rak tabung tabung reaksi, labu erlenmeyer 100 ml (pyrex), labu ukur, botol semprot, pipet volume 5 ml, pipet tetes, batang pengaduk, corong, penangas listrik, penjepit, kertas saring, kondensor, labu alas bulat, slang kecil, klem dan statif, batu didih, mantel pemanas, mercury analyzer. 
Bahan Penelitian
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 3 jenis sampel krim pemutih wajah, Kalium Iodida 0,5 N, HNO3 pekat, aquades. 
Prosedur Penelitian

Pembuatan KI 0,5 N
Pembuatan larutan  KI 0,5 N dimulai dengan menghitung massa Kalium Iodida yang diperlukan untuk membuat 25 mL KI 0,5 N. Setelah dihitung, massa KI yang diperlukan sebanyak 2,075 gram. Ditimbang kristal Kalium Iodida sebanyak 2,075 gram kemudian dimasukkan kedalam gelas kimia yang telah berisi 10 mL aquades, kristal KI diaduk agar larut dalam aquades. Pada labu ukur 25 mL diisikan sedikit aquades kemudian dimasukkan larutan KI yang berada pada gelas kimia secara perlahan kedalam labu ukur 25 mL, ditambahkan  aquades sampai tanda batas pada labu ukur. Larutan KI dikocok sampai menyatu dengan aquades. Larutan KI 0,5 N dipindahkan kedalam botol reagen kemudian diberi label dengan keterangan nama larutan, tanggal pembuatan, konsentrasi larutan.
Rumus yang digunakan untuk menghitung massa KI adalah sebagai berikut:
Massa KI= N x V x BE KI

Pembuatan Larutan Sampel
Untuk membuat larutan yang akan diujikan kandungan merkurinya (larutan sampel), langkah-langkahnya yaitu sampel ditimbang sebanyak 2 g, kemudian dimasukkan kedalam gelas kimia yang telah berisi sedikit air, larutan sampel diaduk dengan batang pengaduk setelah itu ditambahkan aquades sebanyak 25  mL dan 5 mL HNO3 pekat. Penambahan HNO3 pekat berfungsi untuk melarutkan logam merkuri karena sifat logam merkuri yang larut dalam asam nitrat (HNO3) pekat (Vogel, 1990). Larutan sampel yang telah dicampur dengan asam nitrat pekat direfluks selama 30 menit sampai larutan menjadi jernih kemudian didinginkan. Langkah selanjutnya adalah dilakukan penyaringan dengan kertas saring untuk memperoleh filtrat. Filtrat inilah yang akan diuji kandungan merkurinya.

Analisa Kualitatif dan Kuantitatif Merkuri dalam Sampel
Untuk analisa kualitatif merkuri langkah kerja yang dilakukan adalah filtrat diambil sebanyak 2 mL lalu ditambahkan 5 tetes larutan KI 0,5 N, kemudian larutan sampel dipanaskan maka akan terbentuk endapan merah HgI2  (merkuri (II) iodida).

Dilakukan uji kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi merkuri pada sampel menggunakan alat mercury analyzer yang sudah dikalibrasikan. Sampel krim pemutih wajah yang positif mengandung merkuri pada uji kualitatif  ditimbang sebanyak 1 mg kemudian dimasukkan kedalam alat mercury analyzer, instrument di nolkan, serapan yang diperoleh dicatat.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji merkuri secara kualitatif bertujuan untuk mengetahui apakah didalam sampel krim pemutih wajah teridentifikasi merkuri atau tidak. Uji kualitatif merkuri menggunakan larutan KI 0,5 N yang memberikan endapan berwarna merah HgI2  (merkuri (II) iodida). Sedangkan uji kuantitatif bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi merkuri dalam sampel. Uji kuantitatif merkuri menggunakan alat Mercury Analyzer yang akan memberikan nilai konsentrasi merkuri dalam ppm.
Setelah dilakukan pengujian pada 3 sampel secara kualitatif, tenyata ada dua sampel yang positif teridentifikasi merkuri. Hasil yang diperoleh pada uji kualitatif  merkuri dapat dilihat pada tabel 1:
Tabel 1
Hasil Analisis Kualitatif Uji Merkuri dengan Larutan KI 0, 5 N

No.
Sampel
Warna Larutan
Terbentuk Endapan
Keterangan
1
A
merah terang
endapan merah
positif mengandung merkuri
2
B
kuning pucat bening
tidak terbentuk endapan
negatif mengandung merkuri
3
C
merah terang
endapan merah
positif mengandung merkuri
Sampel yang positif mengandung merkuri pada uji kualitatif dengan KI 0,5 N adalah sampel A dan sampel C, kemudian dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi merkuri yang terdapat dalam sampel A dan sampel C menggunakan alat Mercury Analyzer. Hasil analisis kuantitatif sampel yang positif mengandung merkuri dapat dilihat pada tabel 2:
Tabel 2
Hasil Analisis Konsentrasi Merkuri dalam Krim Pemutih

No
Nama Sampel
Konsentrasi
(ppm)
1
Sampel A
0,004
2
Sampel C
0,017

Sampel A, sampel B dan sampel C dipilih karena ketiga sampel ini banyak digunakan oleh konsumen yang ada diPalangka Raya. Selain harganya yang terjangkau, ketiga krim tersebut juga cepat mencerahkan wajah, karena alasan inilah banyak konsumen yang menggunakannya.
Pada kemasan sampel A terdapat nomor registrasi dan komposisi bahan yang digunakan. Sampel A mempunyai tekstur krim padat dan lengket, warna krim kuning muda kecoklatan serta bau krim menyengat.  Pada kemasan sampel B terdapat nomor registrasi dan komposisi bahan yang digunakan. Sampel B mempunyai tekstur yang halus, tidak lengket, warna krim putih susu serta tidak berbau menyegat. Pada kemasan sampel C terdapat nomor registrasi tetapi tidak terdapat komposisi bahan yang digunakan. Sampel C memiliki tekstur yang sangat lengket, krim tidak homogen (tidak menyatu), warna krim putih terang serta bau krim sangat menyengat. Nomor registrasi merupakan nomor yang diterbitkan oleh BPOM yang menandakan bahwa produk memiliki ijin edaran. 
Penambahan HNO3 pekat pada sampel bertujuan untuk melarutkan logam merkuri karena sifat logam merkuri yang mudah bereaksi dengan HNO3 pekat (Vogel, 1990). Reaksi yang terjadi antar logam merkuri dengan HNO3 pekat adalah:

Hg(s) + 2NO3-(aq) + 4H+ (aq) → Hg2+ (aq) + 2NO2 (g) + 2H20(l)

Dari hasil uji secara kualitatif diperoleh sampel A dan sampel C yang sama-sama mempunyai warna larutan merah dan terdapat endapan merah. Sedangkan sampel B warna larutannya kuning bening. Jadi sampel yang teridentifikasi merkuri adalah sampel A dan sampel C karena terdapat endapan merah merkuri (II) iodida. Reaksi yang terjadi antara ion merkuri dengan Kalium Iodida:

Hg2+ (aq) + 2KI (aq) → HgI2 (s)­ +  2K(aq)

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) nomor HK.03.1.23.08.11.07517 tahun 2011 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika, melarang penggunaan merkuri pada kosmetik (BPOM, 2011). Merkuri (Hg) /Air Raksa termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecilpun dapat bersifat racun. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna kulit yang pada akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) pada manusia (BPOM, 2006). Jadi krim pemutih wajah yang mengandung merkuri tidak aman digunakan karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia. 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Setelah dilakukan penelitian pada 3 sampel, ternyata ada 2 sampel yang positif mengandung merkuri, sampel tersebut adalah sampel A dan sampel C. Sedangkan sampel B tidak mengandung merkuri. Konsentrasi merkuri pada sampel A dan sampel C setelah diukur menggunakan alat mercury analyzer adalah 0,004 ppm untuk sampel A dan 0,017 untuk sampel C.

Saran
Bagi para pembaca agar mencari literatur lain yang berhubungan dengan adanya  merkuri pada krim pemutih wajah. Selain itu, merkuri tidak hanya diacampur dalam krim pemutih wajah, banyak sekali produk kosmetik yang mengandung merkuri, hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan merkuri yang ada pada sabun pemutih wajah, bedak, lipstik dan body lotion.

DAFTAR PUSTAKA
Abudarin. 2002. Bahan Ajar Analisis Kualitatif (Pemisahan dan Identifikasi Kation). FKIP UNPAR: Palangka Raya
Anonim. 2012a. Alur Kerja Merkuri (Hg) Dikulit Wajah. http : // www . bahayamerkuri . com / 2012 / 10 / alur – kerja – merkuri – hg – di – kulit – wajah . html. Diakses tanggal 15 Desember 2013
Anonim. 2012b. Pengujian Raksa pada Krim Pemutih Wajahhttp:// elisa beth deta. blogspot. com / 2012 / 06 / pengujian - raksa - pada - krim - wajah. html. Diakses tanggal 3 Desember 2013
BPOM. 2006. Kosmetik Yang Mengandung Bahan Dan Zat Warna Yang Dilarang. http : //www.pom.go.id/pom/peringatan_publik/pdf/PW_koslarang.pdf. Diakses tanggal 3 Desember 2013
BPOM. 2008. Bahan Kosmetik. Jakarta
Underwood, Day., et.al. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi 5 penerjemah Aloysius H. Penerbit Erlangga : Jakarta
Vogel. 1990. Analisa Anorganik Kualitatif Makro Dan Semi Mikro. Edisi 2 jilid 1 penerjemah setiono dan pudjaatmaka. PT. Kalman Media Pusaka: Jakarta














Rabu, 12 Juni 2013

Siklodekstrin

Siklodekstrin
            Siklodekstrin adalah senyawa oligosakarida yang tersusun dari 6, 7 atau 8 unit glukosa anhidrat melalui ikatan (1-4) dengan membentuk siklis. Ditinjau dari segi unit glukosa penyusunnya, siklodektrik dibagi menjadi 3, yaitu                     α-siklodekstrin yang tersusun atas 6 unit glukosa, β-siklodekstrin dengan 7 unit glukosa, dan γ-siklodekstrin dengan 8 unit glukosa.  Struktur umum siklodekstrin dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar struktur siklodekstrin
Masing-masing siklodekstrin seperti α-, β- dan γ-siklodekstrin dengan mempunyai rongga yang diameter yang berbeda-beda. α-siklodekstrin mempunyai diameter 0,56 nm, β-siklodekstrin mempunyai diameter 0,70 nm dan γ-siklodekstrin mempunyai diameter 0,88 nm.



            Struktur siklodekstrin yang berbentuk seperti silinder dengan permukaan luar yang bersifat hidrofobik dan bagian rongga dalam yang bersifat non polar. Adanya bentuk ini mengakibatkan siklodekstrin dapat membentuk kompleks dengan molekul hidrofobik menyebabkan siklodekstrin digunakan dalam kimia supramolekul.
Dalam kimia supramolekul siklodekstrin berfungsi sebagai host (tuan rumah) yang dapat menerima guest (tamu). Secara khusus siklodekstrin telah digunakan untuk mensintesis molekul tertentu yang saling bertautan seperti rotaxane dan catenanes dengan mereaksikan ujung guest.
Siklodekstrin umumnya diproduksi pati dengan bantuan enzim siklodekstrin glikosil transferase (CGTase). CGTase merupakan enzim yang berfungsi mengkatalis pati menjadi siklodekstrin. Pati yang dapat digunakan untuk pembuatan siklodekstrin antara lain dapat diperoleh dari pati jagung, pati tapioca, pati talas, pati umbi singkong, pati ubi jalar, dan lain sebagainya.
Siklodekstrin banyak digunkan dalam bidang farmasi siklodekstrin digunakan sebagai bahan pengkomplek dengan vitamin A, E dan K agar stabil terhadap oksidasi. Pada bidang pangan, siklodekstrin dapat menutup bau dari bahan makanan, dapat mengurangi kolesterol dan dapat mengurangi toksisitas senyawa. Pada bidang kosmetik digunakan untuk meningkatkan stabilitas minyak farfum terhadap oksidasi dan bau. Sedangkan dilingkungan manfaat siklodekstrin dapat melumpuhkan cincin senyawa beracun seperti trikoloroetana dan logam berat. Siklodekstrin suka berikatan dengan logam-logam golongan alkali.

Larutan Elektrolit